BRI Salurkan KUR Rp 103,81 Triliun ke 2 Juta UMKM, KPR Subsidi Tembus Rp 18,39 Triliun

Penulis: Fajar  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 13:48:01 WIB
Petugas menunjukkan dokumen penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI senilai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur UMKM hingga Juni 2026.

MALUKU UTARA — Transformasi besar-besaran tengah dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Lewat program bertajuk BRIvolution Reignite, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat kontribusi ke ekonomi kerakyatan. Hasilnya mulai terlihat: intermediasi ke sektor produktif mengalir deras, dan biaya dana (cost of fund) berhasil ditekan signifikan.

Hingga akhir Juni 2026, bank pelat merah ini telah menyalurkan KUR senilai Rp 103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur UMKM di berbagai daerah. Penyaluran kredit bersubsidi ini didominasi oleh sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima, disusul sektor perdagangan dengan 647.440 debitur atau 32,34 persen.

Kinerja Keuangan Solid di Tengah Efisiensi

Transformasi yang diusung BRI nyatanya tidak sekadar wacana. Pada triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 2.250 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan juga meningkat 13,7 persen menjadi Rp 1.562 triliun.

Efisiensi menjadi kata kunci di balik kinerja ini. Biaya dana perusahaan berhasil ditekan dari 2,98 persen pada triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen di periode yang sama tahun ini. Dana pihak ketiga (DPK) pun ikut menguat 9,4 persen yoy menjadi Rp 1.555,1 triliun, menopang laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,5 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, transformasi ini dirancang agar perseroan tumbuh lebih sehat, efisien, dan berdaya saing tanpa meninggalkan peran sosialnya. "Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan nilai tambah yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujarnya.

Menggarap Dua Pilar Utama Bisnis

BRIvolution Reignite bertumpu pada dua pilar strategis. Pertama, Transform the Funding Franchise, yang fokus membangun struktur pendanaan efisien dan stabil berbasis dana murah (CASA) serta penguatan layanan transaction banking. Kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, yang memperkuat penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti sekaligus mengembangkan consumer banking sebagai sumber pertumbuhan baru.

Langkah ini diambil untuk menjawab perubahan kebutuhan nasabah dan dinamika industri perbankan yang kian kompetitif. Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menambahkan, peningkatan kinerja BUMN perlu diikuti penguatan SDM dan kepemimpinan agar keberlanjutan perusahaan terjaga. "Hal yang membedakan seorang CEO dengan manajer itu adalah komitmennya terhadap keberlanjutan sebuah perusahaan," katanya.

Mendorong Program 3 Juta Rumah

Di luar pembiayaan UMKM, BRI juga menggenjot sektor perumahan untuk mendukung program prioritas pemerintah. Hingga Juni 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi BRI mencapai Rp 18,39 triliun kepada lebih dari 134.000 debitur. Sekitar 97 persen dari total pembiayaan tersebut disalurkan lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), menjangkau sekitar 131.000 debitur.

Realisasi FLPP sendiri telah mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60.000 unit. Sementara itu, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) tercatat Rp 10,7 triliun hingga 19 Juli 2026, setara 89 persen dari target tahunan Rp 12 triliun. Pembiayaan ini diharapkan memperkuat ekosistem hunian dan menciptakan efek berganda bagi aktivitas ekonomi serta penyerapan tenaga kerja.

Dengan kombinasi penguatan fundamental dan ekspansi kredit ke sektor produktif, BRI optimistis dapat terus menjadi penggerak utama ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis.

Reporter: Fajar
Sumber: biz.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top