TERNATE — Upaya memperluas akses putra-putri Maluku Utara masuk dunia kemiliteran menuai hasil. Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Korem 152/Baabullah atas terealisasinya penambahan kuota penerimaan Akademi Militer (Akmil) untuk calon taruna asal provinsi tersebut.
Menurut Hasby, realisasi penambahan kuota ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang sebelumnya ia sampaikan langsung ke jajaran Korem dan Kodam. Ia bersyukur usulan tersebut kini telah diwujudkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Korem, khususnya Danrem dan Pangdam, karena telah menindaklanjuti aspirasi kami terkait peningkatan jumlah kuota Akmil. Alhamdulillah, hal itu sudah terealisasi,” kata Hasby kepada Istana FM, Kamis (30/7/2026).
Peluang Lebih Luas bagi Putra Terbaik Daerah
Hasby menegaskan, bertambahnya kuota ini bukan sekadar angka, melainkan ruang baru bagi generasi muda Maluku Utara yang ingin mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur keprajuritan. Ia berharap para pemuda daerah dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik.
“Kami berharap peningkatan ini memberikan ruang yang lebih besar bagi putra-putra terbaik Maluku Utara untuk masuk dan berkarier di TNI,” ujarnya.
Ia juga menyoroti komitmen Komandan Korem 152/Baabullah yang dinilainya serius memperjuangkan harapan masyarakat Maluku Utara. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata perhatian institusi TNI terhadap pengembangan sumber daya manusia di wilayah Indonesia Timur.
Harapan Besar di Balik Wacana Pembentukan Kodam Maluku Utara
Di luar persoalan kuota Akmil, Hasby turut menyuarakan harapan agar status komando militer di Maluku Utara segera ditingkatkan menjadi Komando Daerah Militer (Kodam). Menurutnya, pembentukan Kodam akan menjadi game changer bagi masa depan generasi muda di provinsi kepulauan ini.
“Kalau nanti Maluku Utara memiliki Kodam, saya berharap kesempatan bagi anak-anak daerah akan semakin besar, tidak hanya untuk Akademi Militer, tetapi juga pada jalur penerimaan tamtama dan jenjang lainnya,” katanya.
Dengan adanya Kodam sendiri, proses rekrutmen dan pembinaan prajurit dipastikan akan lebih terpusat dan memberikan porsi lebih besar bagi putra daerah. Hal ini dinilai krusial mengingat geografis Maluku Utara yang tersebar di berbagai pulau.
Keyakinan pada Kapasitas Generasi Muda Maluku Utara
Hasby meyakini pemuda Maluku Utara tidak kalah bersaing dengan daerah lain dalam seleksi TNI. Ia menilai yang dibutuhkan saat ini hanyalah dukungan dan akses yang setara agar potensi tersebut dapat terasah dan teruji.
“Saya yakin anak-anak Maluku Utara memiliki kapasitas untuk menjadi prajurit yang andal dan berprestasi,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan institusi TNI terus diperkuat, tidak hanya pada aspek kuota, tetapi juga pada pembinaan dan persiapan calon pendaftar sejak dini. Dengan begitu, jumlah prajurit asal Maluku Utara di tubuh TNI dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.