MALUKU UTARA — Kabar ini menjadi sinyal kuat bagi ekosistem startup global, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber. Dengan tambahan modal ini, Index Ventures semakin agresif dalam perburuan startup potensial di tahap awal hingga pertumbuhan.
Dari total dana segar tersebut, alokasi terbesar senilai US$900 juta digelontorkan untuk skema venture fund utama. Sementara itu, US$400 juta dialokasikan khusus untuk pendanaan tahap benih (seed), dan US$700 juta sisanya menambah kantong dana pertumbuhan (growth fund) yang sebelumnya telah mengantongi US$1,5 miliar pada 2024.
Langkah ini terbilang menarik karena dilakukan hanya dua tahun setelah Index Ventures mengumpulkan dana US$2,3 miliar. Pendekatan yang cenderung konservatif ini justru menjadi pembeda di tengah tren firma modal ventura lain yang terus memperbesar ukuran dana mereka.
Kepercayaan investor terhadap Index Ventures tidak lepas dari catatan kinerja mereka yang impresif. Puncaknya terjadi awal tahun ini ketika perusahaan portofolio mereka, Wiz, resmi diakuisisi Alphabet dengan nilai fantastis US$32 miliar.
Index Ventures tercatat sebagai investor pertama Wiz sejak tahap benih dan berhasil menjadi pemegang saham eksternal terbesar dengan kepemilikan 12 persen. Berdasarkan laporan Reuters, posisi tersebut bernilai sekitar US$3,8 miliar—angka yang jauh melebihi total dana yang baru saja mereka kumpulkan.
Selain Wiz, firma ini juga merupakan investor awal di Figma yang baru saja melantai di bursa efek tahun lalu.
Portofolio AI Index Ventures juga terbilang solid. Mereka tercatat sebagai investor di perusahaan robotika Physical Intelligence, platform inferensi AI Fireworks AI, serta Anthropic. Khusus untuk Anthropic, investasi dilakukan saat pengembang model AI tersebut menggalang dana dengan valuasi US$183 miliar pada September lalu.
Kombinasi antara exit strategis yang menguntungkan dan portofolio AI yang kuat menjadikan Index Ventures sebagai salah satu pemain kunci yang patut dipantau pergerakannya. Bagi pengamat industri teknologi, langkah ini menegaskan bahwa modal besar masih mengalir deras ke startup AI meski kondisi pendanaan global sempat melambat.