MALUKU UTARA — Kabar terbaru soal lini iPhone 18 Pro datang dari laporan riset TrendForce pekan ini. Lembaga asal Taiwan itu memperkirakan biaya produksi (bill of materials) iPhone 18 Pro bakal melonjak hampir 40 persen dibanding iPhone 17 Pro. Salah satu konsekuensinya, harga eceran dipastikan naik, meski kapasitas penyimpanan awalnya tidak berubah.
TrendForce menyebut iPhone 18 Pro akan memulai penjualannya dengan opsi penyimpanan 256GB. Angka ini sama dengan kapasitas minimum yang ditawarkan iPhone 17 Pro tahun lalu. Padahal, iPhone 16 Pro sebelumnya baru naik ke 128GB.
Laporan ini tidak menyebut secara eksplisit soal iPhone 18 Pro Max. Namun, dalam dua generasi terakhir, varian Pro dan Pro Max selalu memulai dengan kapasitas penyimpanan yang sama. Jadi, besar kemungkinan iPhone 18 Pro Max juga mengawali penjualan dengan 256GB.
Berikut rincian kapasitas dasar tiap generasi:
Meski kapasitas penyimpanan tidak bertambah, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. TrendForce menyebut kenaikan harga eceran untuk iPhone 18 Pro "tidak bisa dihindari" lantaran biaya komponen yang meningkat drastis. Harga RAM melonjak signifikan akibat kelangkaan chip memori global yang sedang berlangsung.
Selain RAM, harga chip penyimpanan dan prosesor A20 Pro juga diprediksi bakal lebih mahal dari generasi sebelumnya. Kelangkaan ini dipicu oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar yang membangun pusat data dengan server AI bertenaga tinggi, sehingga permintaan chip memori melonjak tajam.
Beberapa laporan menyebutkan harga awal iPhone 18 Pro di Amerika Serikat bisa naik USD 200 hingga USD 300. Jika benar, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max masing-masing akan dibanderol mulai USD 1.399 (sekitar Rp 23,1 juta) dan USD 1.499 (sekitar Rp 24,7 juta). Estimasi kurs yang digunakan Rp 16.500 per dolar AS.
Kebijakan menaikkan harga sebenarnya sudah mulai diterapkan Apple sejak Juni lalu. Semua lini Mac dan iPad, termasuk Apple TV, HomePod, HomePod mini, dan Vision Pro, mengalami kenaikan harga. Kenaikannya bervariasi, mulai dari USD 30 untuk HomePod mini hingga USD 1.300 untuk konfigurasi Mac Studio kelas atas.
Apple beralasan kenaikan ini akibat kelangkaan chip memori yang berkepanjangan. Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan membuat harga RAM dan chip SSD melonjak, dan Apple kini meneruskan beban biaya tersebut ke konsumen.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya pernah berkomentar bahwa kenaikan harga ini "tidak bisa dihindari" karena ia menyebutnya sebagai "banjir seratus tahun" dalam hal harga memori.
Apple diperkirakan akan mengumumkan lini iPhone 18 Pro pada September tahun ini. Bagi pengguna yang sudah menanti peningkatan besar dari sisi penyimpanan, kabar ini mungkin mengecewakan. Namun, kenaikan harga yang signifikan justru menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk upgrade.
Buat kamu yang berencana membeli iPhone 18 Pro, bersiaplah dengan anggaran yang lebih besar. Sementara bagi yang tidak terlalu membutuhkan chip terbaru, iPhone 17 Pro dengan harga yang kemungkinan turun setelah model baru rilis bisa menjadi alternatif yang lebih masuk akal.