PULAU MOROTAI — Pemkab Pulau Morotai resmi menugaskan Sekretaris Daerah Muhammad Umar Ali untuk memimpin kepanitiaan lokal POPDA Maluku Utara. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Bupati Rusli Sibua dalam rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Bupati pada Rabu (07/05/2026).
Penunjukan ini bertujuan menyederhanakan garis komando agar seluruh instansi memberikan dukungan operasional yang maksimal. Bupati menegaskan bahwa keberhasilan acara ini menjadi pertaruhan nama baik daerah di tingkat provinsi, sehingga koordinasi harus berjalan lebih cepat dan efektif.
“Dengan Sekda sebagai ketua panitia, koordinasi akan lebih cepat dan efektif. Semua OPD harus memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan POPDA berjalan sukses dan membawa nama baik daerah,” ujar Bupati Rusli Sibua.
Strategi Kolaborasi: Tiga OPD Bertanggung Jawab pada Satu Venue
Usai menerima mandat, Sekda Muhammad Umar Ali langsung memimpin rapat teknis untuk memetakan pembagian tugas. Pemerintah daerah menerapkan sistem kolaboratif di mana satu lokasi pertandingan atau venue akan dikelola oleh gabungan tiga OPD sekaligus.
Skema ini mencakup penanganan kesiapan lokasi, fasilitas pendukung, hingga kelancaran jalannya pertandingan di lapangan. "Jadi nanti tiga OPD bertugas membantu satu venue event, mulai dari kesiapan lokasi hingga kelancaran pelaksanaan pertandingan," jelas Muhammad Umar Ali di hadapan jajaran pimpinan OPD.
Selain pengelolaan arena, pemerintah daerah menyiapkan tim pendamping khusus bagi tamu dari luar daerah. Sebanyak 10 OPD telah ditunjuk sebagai Person in Charge (PIC) yang bertugas melayani kebutuhan kontingen dari 10 kabupaten dan kota se-Maluku Utara selama berada di Pulau Morotai.
Target Dampak Ekonomi dan Pembinaan Generasi Muda
Bupati Rusli Sibua memproyeksikan pelaksanaan POPDA 2026 sebagai motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal. Kehadiran ratusan atlet dan ofisial diprediksi akan meningkatkan perputaran uang di sektor penginapan, jasa transportasi, hingga pelaku usaha kuliner dan UMKM.
“Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat Morotai, karena akan ada banyak tamu dan kontingen yang datang, sehingga masyarakat juga harus merasakan manfaatnya,” terang Rusli Sibua.
Dari sisi prestasi, ajang ini diposisikan sebagai ruang pembinaan atlet pelajar untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Pemerintah daerah berharap momentum ini memperkuat semangat sportivitas sekaligus mempererat persaudaraan antarwilayah di Maluku Utara melalui kompetisi yang sehat.