Pencarian

Pencarian 3 Pendaki Gunung Dukono Maluku Utara Fokus di Puncak

Sabtu, 09 Mei 2026 • 14:19:02 WIB
Pencarian 3 Pendaki Gunung Dukono Maluku Utara Fokus di Puncak
Tim SAR gabungan fokus menyisir area puncak Gunung Dukono dalam pencarian tiga pendaki hilang.

TOBELO — Operasi pencarian besar-besaran terhadap tiga pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, memasuki fase krusial pada hari kedua. Tim SAR Gabungan mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIT dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU). Fokus utama penyisiran berada di area puncak, lokasi di mana para korban terakhir kali terlihat sebelum dilaporkan hilang.

Dari total 20 pendaki yang terlibat dalam insiden ini, 17 orang telah dinyatakan selamat. Mereka terdiri dari 7 warga negara asing (WNA) dan 10 warga negara Indonesia (WNI). Namun, dua WNA dan satu WNI lainnya hingga kini masih dalam pencarian intensif oleh petugas di lapangan.

Mengapa Pencarian Difokuskan pada Radius 0,5 Kilometer?

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa tim penyelamat menerapkan metode Effective Search and Rescue (ESAR). Strategi ini membagi wilayah pencarian menjadi beberapa unit dengan luas area masing-masing sekitar 0,5 kilometer persegi. Penentuan titik ini didasarkan pada koordinat terakhir yang tercatat sebelum ketiga korban terpisah dari rombongan besar.

“Pencarian dilakukan menggunakan metode Effective Search and Rescue (ESAR) dengan luas area masing-masing unit sekitar 0,5 kilometer persegi di titik koordinat terakhir korban terlihat,” ujar Iwan saat memimpin briefing di posko utama, Sabtu (9/5/2026).

Iwan menambahkan bahwa koordinasi di lapangan terus diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Pihaknya mengandalkan data koordinat yang akurat untuk memastikan setiap jengkal wilayah di sekitar puncak tidak terlewatkan oleh personel SRU.

Aktivitas Vulkanik Gunung Dukono Jadi Kendala Utama

Kondisi medan di Gunung Dukono memberikan tantangan berat bagi tim penyelamat. Gunung api ini terpantau masih aktif mengeluarkan abu vulkanik tebal yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan personel di lapangan. Faktor keselamatan tim menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pergerakan di zona bahaya tersebut.

“Kami berharap pada hari kedua ini ketiga korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Iwan yang saat itu didampingi oleh Kapolres Halmahera Utara dan Dandim 1508/Tobelo.

Operasi SAR ini melibatkan personel gabungan dari Polres Tobelo, Brimob, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Selain itu, BPBD Halmahera Utara, PVMBG, Dinas Kesehatan, serta pihak Imigrasi juga bersiaga di posko. Dukungan tambahan datang dari organisasi kemanusiaan seperti Wanadri, kelompok Pecinta Alam (PA), dan masyarakat desa setempat yang memahami karakteristik medan Gunung Dukono.

Hingga berita ini diturunkan, cuaca dan aktivitas vulkanik terus dipantau secara berkala. Tim SAR Gabungan berkomitmen untuk mengoptimalkan pencarian selama kondisi di lapangan memungkinkan untuk dilakukan evakuasi tanpa membahayakan keselamatan personel penyelamat.

Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks