Pencarian

Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp530 Juta, FIFA Diprotes

Sabtu, 09 Mei 2026 • 02:00:12 WIB
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp530 Juta, FIFA Diprotes
Harga tiket final Piala Dunia 2026 mencapai Rp530 juta, memicu protes di Kongres AS.

FIFA mematok harga tiket kategori tertinggi untuk final Piala Dunia 2026 sebesar 32.970 dolar AS atau setara Rp530 juta. Keputusan ini memicu reaksi keras dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menuntut transparansi atas skema harga dinamis dan biaya tambahan yang dinilai membebani penggemar.

Dua perwakilan Demokrat di Kongres Amerika Serikat, Frank Pallone dan Nellie Pou, melayangkan surat resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kamis (9/5). Mereka mendesak otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut untuk menjelaskan rincian penetapan harga tiket Piala Dunia 2026 yang dianggap tidak transparan dan manipulatif bagi publik.

Kekhawatiran ini muncul setelah FIFA merilis harga terbaru untuk laga final yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Kursi kategori Front Category 1 kini dibanderol 32.970 dolar AS, melonjak tiga kali lipat dari harga tertinggi sebelumnya yang berada di angka 10.990 dolar AS.

Politisi AS Tuding FIFA Lakukan Praktik Deceptive

Dalam suratnya, Pallone dan Pou memberikan tenggat waktu hingga 22 Mei bagi FIFA untuk memberikan rincian mengenai jumlah tiket yang belum terjual dalam fase Last-Minute Sales. Mereka juga menyoroti penggunaan dynamic pricing yang membuat harga tiket terus berubah secara fluktuatif tanpa alasan yang jelas bagi calon pembeli.

"Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa FIFA menggunakan penetapan harga yang tidak jelas, aturan yang berubah-ubah, dan praktik yang berpotensi menipu," tulis mereka dalam surat tersebut. FIFA juga dituduh sengaja menahan ketersediaan tiket untuk menciptakan kesan kelangkaan agar penggemar terdesak membeli dengan harga tinggi.

Lonjakan Harga Drastis Dibandingkan Edisi Qatar 2022

Kenaikan harga ini tergolong ekstrem jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Sebagai perbandingan, tiket termahal untuk final Piala Dunia 2022 di Qatar hanya berkisar 1.600 dolar AS atau sekitar Rp25,7 juta. Artinya, harga tiket final di Amerika Serikat meningkat lebih dari 20 kali lipat dari harga puncak di Lusail Stadium dua tahun lalu.

Tidak hanya laga final, harga tiket untuk pertandingan lain juga dipatok sangat tinggi oleh FIFA:

  • Semifinal di Dallas: Mulai dari 2.705 dolar AS hingga 11.130 dolar AS.
  • Laga pembuka Timnas AS vs Paraguay: Mencapai 2.735 dolar AS (sekitar Rp44 juta).
  • Laga grup AS vs Turki di Los Angeles: Mulai dari 840 dolar AS hingga 2.970 dolar AS.

Pembelaan Gianni Infantino dan Janji Hotdog Gratis

Menanggapi kritik tersebut, Gianni Infantino berdalih bahwa FIFA hanya mengikuti mekanisme pasar hiburan di Amerika Serikat yang sudah sangat maju. Ia menegaskan bahwa harga tiket pertandingan profesional di AS memang memiliki standar yang berbeda dibandingkan wilayah lain di dunia.

"Kita harus melihat pasar. Kita berada di pasar hiburan paling maju di dunia, jadi kita harus menerapkan tarif pasar. Anda bahkan tidak bisa menonton pertandingan kampus di AS dengan harga kurang dari 300 dolar AS," ujar Infantino dalam acara Milken Institute Global Conference di Beverly Hills.

Terkait gila-gilaan harga di pasar sekunder (resale) yang bahkan sempat menyentuh angka 11,5 juta dolar AS, Infantino menanggapinya dengan santai. Ia meragukan ada orang yang benar-benar akan membeli tiket dengan harga tidak masuk akal tersebut di platform pertukaran resmi FIFA.

"Jika seseorang benar-benar membeli tiket final seharga 2 juta dolar AS, saya pribadi akan membawakannya hotdog dan Coke untuk memastikan dia mendapatkan pengalaman yang luar biasa," canda pria asal Swiss tersebut. Meski demikian, FIFA tetap mengambil keuntungan sebesar 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual untuk setiap transaksi di pasar resale resmi mereka.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks