TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan harga bahan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah masih stabil. Namun, Gubernur Sherly Tjoanda mengakui bahwa harga MinyaKita di beberapa kabupaten di Halmahera masih lebih tinggi dibandingkan di Kota Ternate.
Penyebabnya bukan semata pasokan, melainkan biaya distribusi yang membengkak. “Untuk sementara masih normal. MinyaKita juga sudah masuk kembali. Sempat kosong di Bulog, tetapi sekarang stok sudah tersedia,” kata Sherly di Ternate, Senin (25/5/2026).
Biaya Logistik Membengkak karena Gudang Minim
Menurut Sherly, Maluku Utara saat ini hanya memiliki dua gudang Bulog, yakni di Ternate dan Halmahera Utara. Namun, gudang yang aktif beroperasi baru satu, yaitu di Ternate. Akibatnya, distribusi ke daerah lain seperti Halmahera Barat dan Halmahera Timur harus menanggung biaya logistik tambahan.
“Harus ada gudang Bulog di setiap kabupaten/kota. Selama ini yang aktif baru di Ternate, sehingga biaya distribusi masih tinggi,” ujarnya.
Kondisi ini membuat harga MinyaKita di tingkat konsumen di Halmahera lebih mahal ketimbang harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat. Pemprov mendorong pembangunan gudang baru di Halmahera Utara untuk menopang distribusi ke Halbar dan sekitarnya.
LPG Jadi Beban Tambahan, Pasokan Masih dari Ambon
Selain pangan, Sherly juga menyoroti kenaikan harga LPG yang menjadi kewenangan pusat. Distribusi LPG di Maluku Utara masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Saat ini, pemprov mengambil LPG dari Ambon karena kota itu sudah memiliki fasilitas pengisian sendiri.
“LPG itu kewenangan pusat, jadi kita hanya mengikuti. Sekarang sedang dikoordinasikan solusi biaya logistik yang lebih murah. Saat ini kita sudah mengambil LPG dari Ambon,” ungkapnya.
Pemprov mendorong penambahan rute tol laut sekaligus memperjuangkan pembangunan fasilitas pengisian LPG di Maluku Utara. “Ambon sudah punya fasilitas pengisian sendiri, sedangkan Maluku Utara belum ada,” tandasnya.
Stok Beras, Ikan, dan Sayur Dinilai Aman
Untuk kebutuhan pokok lain seperti beras, rica, tomat, dan ikan, Sherly memastikan harganya masih normal di pasaran. Stok beras di gudang Bulog Ternate juga terpantau aman setelah sempat kosong beberapa waktu lalu.
“Beras aman, rica, tomat, ikan, harga di pasar juga masih normal,” kata Sherly. Pemprov terus memantau distribusi sembilan bahan pokok (sembako) menjelang hari raya untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat permintaan tinggi.