DARUBA — Euforia Piala Dunia 2026 sudah terasa di pelosok Indonesia, termasuk di Pulau Morotai. Ribuan penggemar Timnas Brasil menggelar konvoi raksasa dari berbagai desa dan kecamatan menuju pusat Kota Daruba, Jumat sore.
Jersey Kuning dan Bendera Raksasa Warnai Jalanan Daruba
Para peserta konvoi tampak kompak mengenakan jersey kuning khas Brasil. Mereka juga membawa bendera berukuran besar sambil berkeliling kota dengan kendaraan bermotor dan mobil yang dihias penuh atribut Seleção.
Suasana semakin meriah saat iring-iringan melintas. Warga yang menyaksikan dari pinggir jalan tak ragu mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
Bukan Sekadar Konvoi, tapi Ajang Silaturahmi Warga
Koordinator aksi, Ikram, mengatakan kegiatan ini bukan hanya soal mendukung tim favorit. “Kami ingin menunjukkan bahwa dukungan masyarakat Morotai untuk Brasil sangat besar. Konvoi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memberikan semangat kepada tim favorit kami,” ujarnya.
Menurut Ikram, basis pendukung Brasil di Pulau Morotai sudah terbentuk sejak lama. Setiap turnamen besar, khususnya Piala Dunia, antusiasme warga untuk mendukung tim lima kali juara dunia itu selalu terlihat nyata.
Optimisme Menjelang Laga Brasil vs Haiti
Salah satu peserta, Anti, mengaku optimistis Brasil bisa meraih kemenangan atas Haiti pada pertandingan yang akan digelar Sabtu (20/6/2026) pukul 09.00 WIT. “Kami yakin Brasil bisa menang. Semoga para pemain tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk para pendukung di seluruh dunia, termasuk di Morotai,” katanya.
Pertandingan Brasil melawan Haiti ini menjadi laga penting bagi kedua tim di ajang Piala Dunia 2026. Bagi pendukung di Morotai, kemenangan menjadi harga mati yang wajib diperjuangkan.
Konvoi Berlangsung Tertib dengan Pengawalan Aparat
Sepanjang konvoi, peserta tetap menjaga ketertiban lalu lintas. Aparat keamanan turut mengawal jalannya iring-iringan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Kegiatan nonton bareng dan konvoi kendaraan seperti ini sudah menjadi tradisi warga Morotai setiap kali Piala Dunia bergulir. Dukungan untuk tim Samba seolah menjadi milik bersama di ujung timur Indonesia ini.