TALIABU — Peristiwa berdarah itu terjadi di Dusun Nabi, Desa London, Kecamatan Taliabu Utara, sekitar pukul 23.30 WIT. Kapolsek Persiapan Gela, IPDA Imran Husaleka, membenarkan insiden tersebut dan menyebut pelaku telah diamankan kurang dari satu jam setelah kejadian.
Korban mengalami luka tusuk di bagian dada kiri. Meski sempat dilarikan ke rumah keluarganya, nyawa La Panga tidak tertolong akibat sesak napas yang semakin parah.
Pemicu Duel: Ajakan Nonton Cakalele yang Ditolak
Berdasarkan penyelidikan sementara, keduanya diketahui lebih dulu berpesta saguer atau tuak. Usai minum, La Panga mengajak AB untuk menghadiri pertunjukan tari adat Cakalele di Desa Dege. Namun, ajakan itu ditolak AB dengan alasan sudah larut malam dan ingin beristirahat.
Penolakan tersebut memicu adu mulut yang dengan cepat berubah menjadi perkelahian. Dalam kondisi emosi, AB diduga mengeluarkan pisau yang diselipkan di pinggangnya dan langsung menusuk dada kiri korban.
Meski terluka, korban sempat melawan. Perkelahian baru berhenti setelah warga datang melerai. Salah seorang warga kemudian memanggil anak pelaku, Arno Abdul, untuk membantu memisahkan keduanya.
Pelaku Ditangkap Satu Jam Setelah Kejadian
Keluarga korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Persiapan Gela. Menerima laporan tersebut, Kapolsek bersama personel langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
"Kurang lebih satu jam setelah kejadian, Kapolsek bersama personel langsung bergerak dan berhasil menangkap pelaku," ujar IPDA Imran, Jumat (31/7/2026).
Saat ini, AB yang merupakan warga Desa London itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pulau Taliabu. Penyidik tengah melengkapi berkas perkara dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti.
Polisi Intensifkan Razia Minuman Keras Saguer
Kapolsek menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bukti nyata tingginya potensi tindak kriminal yang dipicu konsumsi minuman keras. Pihaknya pun berkomitmen untuk terus memberantas peredaran minuman keras di Taliabu Utara.
"Peristiwa seperti ini menjadi alasan bagi kami untuk terus konsisten memberantas peredaran minuman keras di Taliabu Utara. Karena cap tikus semakin sulit diperoleh akibat razia, sebagian masyarakat beralih memproduksi dan mengonsumsi saguer atau tuak," tegasnya.
"Kami akan meningkatkan patroli dan razia untuk menindak serta memusnahkan tempat-tempat pembuatan minuman keras tersebut," imbuh IPDA Imran.
Untuk mengantisipasi konflik lanjutan, kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga korban agar tidak terjadi aksi balas dendam. Keluarga korban disebut telah mempercayakan proses hukum kepada Polres Pulau Taliabu dan berharap pelaku diproses sesuai ketentuan yang berlaku.