MALUKU UTARA — Peresmian ditandai dengan pengungkapan logo dan pemotongan tumpeng, dihadiri Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Agustinus Maun, Executive Director 3 Pelindo Regional 3, Sub Regional Head Jawa Purwanto Wahyu Widodo, serta Wakil Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kehadiran kantin ini mengubah wajah bekas gedung Dinas Gangguan Listrik yang sempat mangkrak menjadi pusat kuliner yang tertata.
Lokasi ini bukan sekadar tempat makan. Bagi Pelindo, ini adalah bagian dari strategi besar menata kawasan pelabuhan agar lebih aman dan nyaman. Sebelumnya, belasan pedagang menggelar dagangan di bahu jalan Prapat Kurung, memicu kepadatan lalu lintas yang mengganggu kelancaran arus logistik keluar-masuk pelabuhan.
Fasilitas Baru, Harapan Baru bagi PKL
Kantin Transit Area Mirah dirancang dengan sembilan tenant utama dan 20 gerobak atau lapak. Setiap pedagang mendapatkan tempat usaha yang lebih layak dengan dukungan fasilitas penunjang seperti musala, wastafel, toilet, kipas angin, akses Wi-Fi gratis, dan area parkir.
"Kami tidak hanya melakukan penataan kawasan tetapi juga memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi para pedagang kaki lima agar dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Purwanto Wahyu Widodo, Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3. Ia menargetkan kawasan Tanjung Perak bersih dari PKL liar di sepanjang Jalan Prapat Kurung.
Ketua Paguyuban PKL Prapat Kurung, Parman, menyambut baik relokasi ini. "Kini kami dapat berjualan dengan lebih nyaman, tertib, dan memiliki fasilitas yang memadai," katanya. Baginya, kepindahan ini bukan sekadar pindah lokasi, melainkan peningkatan kualitas usaha.
Sinergi Multi-Pihak untuk Kawasan Strategis
Pembangunan kantin ini melibatkan kolaborasi lintas institusi. Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendukung proses penertiban pedagang, sementara Pelindo Group melalui Pelindo Multi Terminal dan Pelindo Terminal Petikemas Surabaya turut berkontribusi. Divisi internal seperti Teknik, Properti, HSSE, dan Humas bekerja sejak tahap perencanaan hingga peresmian.
Agustinus Maun mengapresiasi kolaborasi ini. "Penataan ini tidak hanya meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan, keselamatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya. Baginya, kantin ini menjadi contoh bagaimana pengembangan infrastruktur bisa berjalan seiring pemberdayaan ekonomi warga.
Kehadiran Kantin Transit Area Mirah diharapkan menjadi ruang singgah nyaman bagi pengguna jasa pelabuhan yang ingin makan, beristirahat, atau beribadah. Dengan penataan ini, Pelindo Regional 3 berharap aktivitas bongkar muat di pelabuhan terbesar kedua di Indonesia itu berjalan lebih lancar tanpa gangguan kemacetan di area sekitarnya.