HALTENG — Lahan pertanian di dua desa di Weda Selatan mulai bernapas lega. Tim Satuan Tanggap Darurat BWS Maluku Utara memastikan air mengalir kembali ke 80 petak sawah yang selama ini mengering diterpa musim kemarau.
Air sebanyak 150.000 liter dialirkan menggunakan pompa diesel yang sumbernya diambil dari sumur dalam. Pompa tersebut bekerja selama 48 jam penuh untuk mendistribusikan air melalui selang sepanjang 30 meter menuju titik persawahan yang membutuhkan.
Pembagian Air Diprioritaskan untuk Lahan Paling Kritis
Sebelum air dialirkan, tim BWS berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk memetakan lokasi mana saja yang kondisinya paling parah. Hasilnya, lahan di Desa Lembah Asri dan Wairoro Indah menjadi prioritas utama karena tanaman padi mulai kekeringan.
Koordinasi ini juga dilakukan untuk mengatur teknis pembagian air. Tujuannya agar distribusi berlangsung adil dan merata, tidak ada petani yang justru mendapat jatah lebih karena lokasi sawahnya dekat dengan sumber air.
Kondisi lapangan saat penyaluran berlangsung dilaporkan cukup mendukung. Cuaca cerah dan topografi wilayah yang relatif datar memudahkan petugas memposisikan unit pompa. Tidak ada kendala teknis berarti selama proses distribusi berjalan.
Pompa Diesel 36.000 Liter Per Jam Jadi Andalan
Unit pompa yang dikerahkan memiliki kapasitas cukup besar, mampu menyedot hingga 36.000 liter air setiap jamnya. Dengan durasi operasional dua hari penuh, total volume yang berhasil disalurkan mencapai 150.000 liter.
Air yang disedot dari sumur dalam ini kemudian dialirkan lewat pipa penyalur menuju saluran irigasi tersier yang ada di lahan petani. Jarak tempuh air dari sumber ke lokasi persawahan sekitar 30 meter.
Para petani di dua desa itu pun bisa kembali mengairi sawah mereka. Sebanyak 50 petani tercatat menerima manfaat langsung dari operasi tanggap darurat ini.
BWS Siapkan Pasokan Air Susulan Jika Kemarau Berlanjut
BWS Maluku Utara menegaskan bahwa pendistribusian air ini merupakan bagian dari langkah tanggap darurat. Jika musim kemarau masih berlanjut dan kebutuhan air di lapangan meningkat, mereka menyiapkan kemungkinan penyaluran tahap kedua.
Koordinasi dengan perangkat desa akan terus diperkuat untuk memantau perkembangan ketersediaan air dan kondisi tanaman padi di sawah. Langkah ini diambil agar petani bisa mempertahankan lahannya hingga musim hujan tiba.
Operasi distribusi air ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara.