MALUKU UTARA — Kepala Bagian Prokopim Manggarai Timur, Jeany Wajong, menyatakan angka tersebut masih akan terus diperbarui seiring meluasnya penyisiran tim gabungan ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. "Angka-angka ini terus kami perbarui setiap jam seiring tim masih memetakan kerusakan di lokasi yang sulit dijangkau," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (22/8) siang.
Lamba Leda Utara Jadi Wilayah dengan Korban Jiwa Terbanyak
Dari total 30 korban meninggal, Kecamatan Lamba Leda Utara menyumbang angka tertinggi dengan 15 jiwa. Disusul Sambi Rampas dengan enam korban jiwa, sedangkan Lamba Leda dan Lamba Leda Selatan masing-masing mencatatkan tiga korban jiwa.
Dua kecamatan lain, yakni Kota Komba dan Elar, masing-masing melaporkan dua dan satu korban jiwa. Adapun enam kecamatan lain—Borong, Rana Mese, Kota Komba Utara, Lamba Leda Timur, Elar Selatan, dan Congkar—belum melaporkan korban tewas, tetapi mencatat ratusan warga luka-luka.
Sebaran Pengungsi dan Warga Luka yang Butuh Penanganan Segera
Sebanyak 643 warga tercatat mengalami luka-luka, dengan rincian 239 orang menderita luka berat dan 404 orang luka ringan. Konsentrasi penanganan luka berat saat ini menumpuk di tiga kecamatan: Elar, Borong, dan Lamba Leda Utara.
Krisis kemanusiaan paling terasa di titik-titik pengungsian. Hampir tiga perempat dari total 31.372 pengungsi terkonsentrasi di dua wilayah, yakni Sambi Rampas dengan 13.564 jiwa dan Lamba Leda Utara mencapai 11.582 jiwa. Sisanya tersebar di Borong, Lamba Leda, serta Lamba Leda Selatan.
Tim medis di lapangan juga mencatat keberadaan ratusan ibu hamil dan kelompok rentan lain yang membutuhkan penanganan darurat. Sebagian besar warga yang mengungsi terpaksa menumpang di rumah kerabat, posko lapangan, hingga fasilitas darurat seadanya.
17.770 Bangunan Rusak dan Akses Jalan yang Terputus Hambat Distribusi Bantuan
Kerusakan fisik meluas hingga 17.770 unit bangunan dan fasilitas publik. Rumah warga yang rusak parah paling banyak berada di Lamba Leda Selatan sebanyak 2.768 unit dan Lamba Leda Utara sejumlah 2.386 unit.
Bencana ini juga menghantam puluhan sarana pendidikan, termasuk 46 sekolah di Borong dan 38 di Lamba Leda Selatan. Puskesmas, rumah ibadah, gedung pemerintah, hingga ratusan ruas jalan dan jembatan ikut rusak, menghambat kelancaran penyaluran bantuan logistik ke daerah terdampak.
Jeany menegaskan prioritas utama penanganan bencana saat ini terfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi puluhan ribu pengungsi, mulai dari pasokan makanan, air bersih, tenda hunian layak, hingga pelayanan medis. Di saat bersamaan, alat berat dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan yang terputus demi memperlancar distribusi logistik dan persiapan rekonstruksi bangunan yang hancur.