HALMAHERA TIMUR — Warga tiga desa di Halmahera Timur, Maluku Utara, kini memiliki akses lebih mudah terhadap air bersih setelah Satgas TMMD ke-129 menuntaskan pembangunan sejumlah sumur bor dan drainase. Program yang digarap Kodam XV/Pattimura itu mencakup pembangunan dua sumur bor di Desa Foli dengan kedalaman sekitar 20 meter, serta satu sumur bor masing-masing di Desa Lolobata dan Bokimaake melalui Program TNI Manunggal Air.
Keberadaan sumur bor ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air yang terbatas di wilayah pedesaan.
Drainase Dibangun untuk Kelola Air Permukiman
Selain sumur bor, Satgas TMMD membangun saluran drainase guna mendukung pengelolaan air di lingkungan permukiman. Pembangunan tersebut meliputi drainase tanah sepanjang lima meter dan drainase pipa sepanjang 75 meter di Desa Lolobata, serta drainase sepanjang 50 meter di Desa Bokimaake.
"TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas mereka sehari-hari," ujar Hendra Roza dalam keterangan yang diterima di Ambon, Sabtu.
Jalan, MCK, hingga Rumah Layak Huni Juga Digarap
Program TMMD ke-129 tidak berhenti pada infrastruktur air. Sejumlah sasaran fisik lain turut diselesaikan, di antaranya pembangunan jalan lingkungan desa, gorong-gorong sepanjang tujuh meter di Desa Nyaolako, fasilitas MCK, serta ruang konsistori gereja di Desa Hatetabako. Satgas juga merenovasi dan merehabilitasi lapangan voli dan sepak bola.
Di sektor hunian, sebanyak 10 rumah tidak layak huni (RTLH) diperbaiki sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat. Sementara itu, di bidang ketahanan pangan, TMMD mengembangkan lahan seluas satu hektare.
Penyuluhan Stunting hingga Bahaya Narkoba Menyertai Pembangunan
Sasaran nonfisik program diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Penyuluhan yang digelar mencakup wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, percepatan penurunan stunting, posyandu dan posbindu, bahaya narkoba, lingkungan hidup, hingga hukum dan Kamtibmas.
Hendra menegaskan keberlanjutan hasil TMMD membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat setelah program berakhir. Fasilitas yang telah dibangun perlu dipelihara agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Yang paling penting setelah kegiatan ini selesai adalah bagaimana masyarakat bersama pemerintah daerah menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan yang sudah dikerjakan," katanya.