Pencarian

Tesla Kehilangan Senior Director AI Hardware, Eks Arsitek Dojo Hijrah ke DensityAI

Senin, 24 Agustus 2026 • 20:32:01 WIB
Tesla Kehilangan Senior Director AI Hardware, Eks Arsitek Dojo Hijrah ke DensityAI
Senior Director AI Hardware Tesla, Peter Sun, dikonfirmasi hengkang dan bergabung dengan DensityAI.

MALUKU UTARA — Kepergian Sun bukan sekadar kabar duka internal. Ia adalah sosok di balik transformasi desain chip Tesla menjadi sistem yang benar-benar berfungsi di dunia nyata, mulai dari kemasan semikonduktor hingga manajemen daya dan pendinginan. Keahlian semacam ini justru paling dibutuhkan Tesla saat menaruh seluruh valuasinya pada chip buatan sendiri.

Dua Periode di Tesla, Satu Misi Besar

Jejak karier Sun di Tesla mencerminkan ambisi besar perusahaan di bidang silikon. Melansir profil LinkedIn-nya, ia pertama kali bergabung dengan grup hardware Autopilot pada era kepemimpinan Jim Keller, saat Tesla mulai menyusun tim untuk merancang komputer Full Self-Driving (FSD) pertama dan melepas ketergantungan pada Nvidia.

Setelah babak itu usai, Sun sempat pindah ke Waymo selama dua tahun sebagai hardware engineering manager. Di sana, ia menangani tim desain verifikasi, integritas sinyal dan daya, EMC, serta PCB—fondasi penting perangkat keras kendaraan otonom.

Ia kembali ke Tesla pada Januari 2021 sebagai principal engineer untuk AI hardware Dojo dan Autopilot, lalu dipromosikan menjadi Senior Director of AI Hardware Design pada April 2025. Pekerjaannya mencakup IC packaging, modul daya vertikal, integritas sinyal, desain PCB, hingga rekayasa termal dan mekanik sistem.

DensityAI: Kompetitor yang Lahir dari Reruntuhan Dojo

DensityAI bukanlah pesaing sembarangan. Startup ini didirikan oleh Ganesh Venkataramanan, mantan kepala proyek Dojo, setelah Tesla resmi menutup divisi superkomputer tersebut pada Agustus 2025. Sekitar 20 anggota tim superkomputer Tesla ikut keluar, dan Bill Chang, veteran Tesla lainnya, menjabat sebagai CTO.

Perusahaan ini tengah menggarap chip, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk pusat data AI yang menyasar sektor otomotif, robotika, dan industri. Fokusnya nyaris identik dengan misi yang ditinggalkan Tesla ketika memutuskan beralih ke Nvidia untuk kebutuhan komputasi pelatihan.

Kehilangan di Saat yang Paling Krusial

Spesialisasi Sun di bidang advanced packaging dan integrasi sistem kini menjadi titik tersempit industri chip. Mendesain transistor hanyalah setengah pekerjaan; mengalirkan daya ke dalam chip dan membuang panas secara efisien adalah penentu hidup matinya AI berperforma tinggi.

Tesla saat ini mengandalkan silikon khusus lebih besar dari sebelumnya. Chip AI5 yang sempat tertunda telah tape-out pada April lalu, nyaris dua tahun dari jadwal awal yang dipatok Elon Musk, dengan produksi massal diperkirakan baru berjalan pada pertengahan 2027. Sementara itu, AI6 dijadwalkan memakai proses 2nm milik Samsung yang tengah bermasalah, dan Musk sempat menyinggung rencana "Dojo 3". Di sisi manufaktur, Tesla dan SpaceX juga tengah menggalang pendanaan untuk pabrik chip "Terafab" senilai lebih dari US$20 miliar di Austin.

Semua rencana itu bergantung pada orang-orang yang mampu mengubah tape-out menjadi produk jadi—pekerjaan yang selama lima tahun terakhir berada di tangan Sun.

Arus Keluar yang Tak Kunjung Surut

DensityAI kini telah mengantongi mantan pimpinan Dojo, sekitar 20 insinyur, dan satu tahun kemudian seorang Senior Director AI hardware yang justru dipromosikan ke posisi eksekutif setelah gelombang pengunduran diri terjadi.

Ini menunjukkan pendarahan talenta yang terus berlanjut, jauh setelah Tesla diklaim sudah bangkit dengan AI5 dan AI6. Ketika sebuah perusahaan mempertaruhkan seluruh valuasinya pada ambisi menjadi pemain chip AI dan robotika, kehilangan orang-orang yang benar-benar membangun perangkat kerasnya adalah persoalan serius.

Ironinya sulit diabaikan. Tesla mematikan Dojo, lalu menyaksikan timnya mendirikan kompetitor. Bisnis silikon adalah bisnis orang sebelum menjadi bisnis pabrik, dan saat ini orang-orangnya bergerak ke satu arah.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks