TERNATE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Kota Ternate tahun ini berbeda dari agenda rutin sebelumnya. Sekolah menyerahkan kendali penuh pelaksanaan acara kepada siswa, mulai dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan, sebuah langkah yang dinilai sebagai pendidikan karakter di luar kelas.
Kegiatan yang mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Kita Wujudkan Generasi yang Berakhlak Mulia Menuju Sekolah yang Harmonis" ini dibawakan oleh Ustaz M. Saleh Sakola. Rangkaian acara diisi dengan tilawah Al-Qur'an, sari tilawah, penampilan sholawat, serta ceramah agama.
Kepala Sekolah: Inisiatif Murni dari Siswa
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Ternate, Sabaria Umahuk, mengaku bangga dengan kolaborasi yang ditunjukkan para muridnya. Menurutnya, Rohani Islam (Rohis), OSIS, dan perwakilan kelas bahu-membahu menyusun acara dengan tetap berkonsultasi pada pihak sekolah.
"Ini kolaborasi luar biasa dari anak-anak. Inisiatif lebih banyak datang dari mereka, bagaimana mengatur acara dan tetap berkonsultasi dengan panitia maupun kepala sekolah," ujar Sabaria.
Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam kepanitiaan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Para siswa diberi ruang untuk berinisiatif dan mengatur rangkaian kegiatan, dengan pendampingan dari pembina serta guru.
Ketua Panitia Berusia 17 Tahun Akui Tekanan Persiapan Singkat
Muhammad Khadimul Ahrar, siswa kelas XII yang dipercaya menjadi ketua panitia, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya memimpin acara sekolah. Ia menyebut waktu persiapan yang hanya lima hari menjadi tantangan terbesar.
"Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya menjadi ketua panitia. Tentunya ada tekanan dan tantangan, apalagi persiapannya cukup singkat. Tetapi dengan kebersamaan dan koordinasi dari semua pihak, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Khadimul menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan. Generasi muda, kata dia, adalah "generasi emas" yang perlu dibekali karakter kuat dan kepedulian sosial sejak dini.
Pembina Rohis: Persiapan Hanya Lima Hari
Pembina Rohis SMA Negeri 1 Kota Ternate, Salim Mahifa, mengungkapkan bahwa persiapan teknis acara hanya berlangsung selama lima hari. Meski singkat, koordinasi antar unsur sekolah berjalan cepat.
"Memang berat karena hanya diberi waktu lima hari, tetapi karena tanggung jawab, kami harus menyukseskan," ujar Salim. Ia menyebut pihaknya langsung menggerakkan Rohis, OSIS, PMR, Pramuka, para wakil kepala sekolah, hingga tata usaha untuk menyusun teknis kegiatan.
Meneladani Akhlak dalam Keseharian
Sabaria berharap nilai-nilai peringatan ini tidak berhenti di ruang aula. Ia mendorong siswa untuk mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah dan menerapkan ajaran-ajaran kecil dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
"Kalau kita sebagai manusia mau meneladani Rasulullah secara keseluruhan mungkin mustahil. Tetapi paling tidak, hal-hal kecil yang menjadi ajaran beliau dapat kita terapkan dalam keseharian," katanya.
Melalui momentum ini, SMA Negeri 1 Ternate berupaya menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan nyata generasi muda. Semangat kolaborasi yang terbangun antara siswa, guru, dan organisasi sekolah diharapkan terus berkembang menjadi budaya sekolah yang religius dan harmonis.