Pencarian

Malut Resmikan Program Kedinasan dan PJJ, Perluas Akses Pendidikan Kepulauan

Sabtu, 02 Mei 2026 • 14:01:29 WIB
Malut Resmikan Program Kedinasan dan PJJ, Perluas Akses Pendidikan Kepulauan
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meresmikan program kedinasan dan pendidikan jarak jauh di Sofifi.

Sofifi — Pemerintah Provinsi Maluku Utara meluncurkan dua program strategis pendidikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Acara ini diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, dengan Gubernur Sherly Tjoanda sebagai pembicara utama dalam rangka memperkuat komitmen provinsi terhadap sektor pendidikan.

Program Kedinasan Cetak ASN Berkualitas dari Putra Daerah

Peluncuran program pembibitan sekolah kedinasan menjadi fokus utama acara tersebut. Program ini dirancang untuk mencetak aparatur sipil negara (ASN) profesional dari talenta terbaik Maluku Utara. Pemprov telah menjalin kerja sama dengan tiga institusi kedinasan nasional: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat.

"Kita meluncurkan program kedinasan, pembibitan sekolah kedinasan untuk mencetak ASN profesional dari putra-putri terbaik Maluku Utara," ujar Sherly dalam sambutannya. Gubernur menambahkan bahwa kerja sama serupa akan terus diperluas dengan institusi kedinasan lainnya yang masih dalam tahap penjajakan.

Skema pembiayaan program ini ditanggung bersama antara Pemprov Maluku Utara (60 persen) dan pihak terkait (40 persen) dengan kuota peserta yang terbatas. "Setiap tahun kita akan memilih putra-putri terbaik Maluku Utara agar ke depan mereka bisa mengisi berbagai posisi kedinasan di tingkat nasional," kata Sherly.

Pendidikan Jarak Jauh Buka Akses SMA untuk Wilayah Terpencil

Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi inovatif untuk memperluas akses pendidikan menengah. Fase awal program ini diimplementasikan di tiga wilayah: Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur. Lokasi-lokasi ini dipilih karena belum memiliki fasilitas SMA yang memadai untuk menampung seluruh siswa lulusan SMP.

Melalui program PJJ, siswa dapat terdaftar di SMA induk terdekat sambil mengikuti proses pembelajaran dari wilayah masing-masing, baik secara daring maupun tatap muka terbatas. Pemerintah akan menyiapkan dukungan infrastruktur lengkap, termasuk perangkat komputer dan memanfaatkan fasilitas sekolah dasar atau menengah pertama setempat sebagai pusat belajar.

"Akan ada kunjungan guru dari sekolah induk untuk memberikan pembelajaran secara langsung beberapa hari dalam seminggu, sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga," ucap Sherly. Mekanisme ini memastikan siswa di daerah terpencil tidak perlu meninggalkan tempat tinggal mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.

Beasiswa Digital untuk 1.000 Siswa Berprestasi

Selain dua program utama, Pemprov Maluku Utara melanjutkan program beasiswa untuk 1.000 siswa dengan mekanisme yang lebih terintegrasi secara digital. Sistem pendaftaran, seleksi, dan verifikasi dilakukan sepenuhnya melalui platform daring dengan melibatkan sekolah masing-masing untuk efisiensi dan transparansi.

Program beasiswa ini menargetkan siswa dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 (kelompok berpenghasilan rendah) dan dapat digunakan untuk melanjutkan studi di 28 perguruan tinggi berakreditasi B yang tersebar di Maluku Utara.

Komitmen Pemprov Perluas Akses Pendidikan Kepulauan

Ketiga program ini mencerminkan komitmen strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengatasi tantangan pendidikan di wilayah kepulauan yang tersebar. Dengan menggabungkan pengembangan sumber daya manusia berkualitas melalui program kedinasan, akses universal pendidikan menengah via PJJ, dan dukungan finansial untuk siswa kurang mampu, provinsi ini berupaya memastikan tidak ada generasi muda yang tertinggal dari kesempatan pendidikan.

Bagikan
Sumber: haliyora.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks