TERNATE — Pemerintah Kota Ternate terus mempererat kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) guna menjamin pemerataan akses pendidikan tinggi bagi warga. Sinergi ini difokuskan pada pemanfaatan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel untuk menjangkau masyarakat di berbagai pelosok kota dan wilayah kepulauan.
Pemanfaatan Status PTNBH untuk Pemerataan Pendidikan
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UT saat ini menjadi institusi dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 768.248 orang. Status ini memperkuat posisi UT sebagai pionir pendidikan terbuka yang mampu menjawab tantangan geografis di wilayah seperti Maluku Utara.
Sistem pembelajaran yang tidak dibatasi ruang dan waktu menjadi solusi bagi warga yang memiliki keterbatasan akses ke kampus konvensional. Saat ini, layanan UT didukung oleh 39 kantor daerah di seluruh provinsi, termasuk satu unit layanan luar negeri yang aktif mengembangkan kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah.
Dukungan Wali Kota Ternate Terhadap Program Akademik
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengapresiasi kontribusi nyata UT dalam membuka sekat-sekat hambatan pendidikan bagi masyarakat Ternate. Tauhid mengaku memiliki kedekatan historis dengan kampus ini, bahkan pernah memfasilitasi pegawai pemerintah daerah dalam mengakses modul pembelajaran.
"Saya sudah cukup lama mengenal UT. Bahkan saya pernah berkunjung ke UT Pusat di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, serta turut membantu rekan-rekan pegawai pemerintah yang kuliah di sana terkait modul UT," ungkap Tauhid, Selasa (5/5/2026).
Selama ini, Wali Kota juga aktif terlibat dalam kegiatan akademik di UT Ternate sebagai narasumber. Hal ini dinilai sebagai bentuk dukungan moral dan birokrasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota Ternate.
Rencana Program Beasiswa dan Penandatanganan MoU
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Hendrian, mendorong penguatan kolaborasi ke level yang lebih teknis melalui program beasiswa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi bagi masyarakat Ternate yang ingin melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau daerah asal.
Pihak kampus juga mengundang Wali Kota Ternate untuk hadir di UT Pusat dalam waktu dekat. Agenda tersebut direncanakan bertepatan dengan prosesi wisuda mahasiswa asal Ternate sekaligus seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) secara resmi.
“Kami juga sangat berharap Bapak Wali Kota dapat hadir di UT Pusat untuk menyaksikan wisudawan dari Ternate sekaligus mengikuti seremoni penandatanganan MoU. Undangan resmi akan segera kami sampaikan,” pungkas Hendrian.