MALUKU UTARA — Langkah AAM mengadopsi kendaraan listrik roda empat ini diumumkan pada Sabtu, 11 April 2026, di Kantor Cabang AAM Jakarta 2. Penyerahan simbolis armada dilakukan oleh HR & Sustainability Director MDLA, Nancy Kartika, kepada Kepala Cabang AAM Jakarta 2, Ohio Friendzie, disaksikan Direktur PT AAM, Budi Lim.
Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty, dalam siaran pers yang diterima redaksi menegaskan bahwa penggunaan mobil listrik bukan sekadar ganti kendaraan. "Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kesiapan kami dalam menghadirkan layanan distribusi yang cepat, tepat, dan aman di tengah dinamika kebutuhan pasar," ujarnya.
Efisiensi Logistik dan Target Dekarbonisasi 20 Persen
Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap tekanan biaya energi dan perubahan lanskap industri distribusi. Perusahaan tidak hanya mengganti kendaraan, tetapi juga mengoptimalkan rute distribusi dan memperkuat infrastruktur pendukung agar sistem berjalan terintegrasi.
Sebagai catatan, pada 2025, MDLA dan entitas anak berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20 persen dari baseline. Target dekarbonisasi ini menjadi salah satu pendorong utama transformasi armada.
Dari Motor Listrik ke Mobil Listrik, Bertahap dan Terintegrasi
Transformasi ini tidak dilakukan secara instan. Hingga 2025, AAM telah mengoperasikan 106 unit motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota. Pengembangan ke kendaraan roda empat menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat sistem distribusi berbasis efisiensi energi.
Untuk memastikan pengemudi siap, perusahaan juga mengimplementasikan pelatihan Eco-Driving. Pelatihan ini mencakup keselamatan, efisiensi energi, dan konsistensi dalam praktik distribusi yang bertanggung jawab.
Keseimbangan Bisnis dan Lingkungan Jadi Strategi Jangka Panjang
Direktur PT AAM, Budi Lim, menambahkan bahwa perusahaan terus mendorong keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan. "Ke depan, kami akan terus mengembangkan inovasi operasional yang tidak hanya mendorong kinerja bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan," ujarnya.
Dengan harga BBM yang masih fluktuatif, langkah emiten kesehatan seperti Medela Potentia menjadi contoh bagaimana perusahaan jasa dan distribusi mulai serius beralih ke kendaraan listrik. Bukan hanya untuk mengurangi emisi, tapi juga menjaga margin operasional tetap sehat.