MALUKU UTARA — BRI terus menggenjot layanan digitalnya dengan membuka pintu registrasi BRImo bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Kini, WNI yang tinggal atau bekerja di 15 negara tak perlu lagi repot mendatangi kantor cabang atau menitipkan dokumen ke kerabat untuk sekadar memiliki rekening bank pelat merah ini.
Dari Hong Kong hingga Arab Saudi, Begini Cara Daftarnya
Prosesnya dirancang agar tetap praktis. Calon nasabah cukup mengunduh aplikasi BRImo, memilih menu "Daftar Sekarang", lalu memasukkan nomor ponsel yang terdaftar di negara setempat beserta kode negara. Setelah itu, verifikasi OTP dikirimkan ke email aktif, dilanjutkan dengan pemindaian e-KTP dan verifikasi wajah secara langsung melalui kamera ponsel.
Langkah ini menghilangkan hambatan geografis yang selama ini menjadi keluhan utama diaspora. Mereka yang bekerja di Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, hingga Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kini bisa membuka rekening dalam waktu kurang dari 10 menit.
Transformasi Digital yang Tak Lagi Elitis
Inovasi ini bukan sekadar gimmick teknologi. BRI menegaskan bahwa perluasan akses registrasi ini adalah wujud komitmen menghadirkan layanan keuangan yang inklusif. Selama ini, banyak pekerja migran Indonesia yang enggan menyimpan uang di bank formal karena proses administrasi yang rumit dan syarat dokumen fisik yang harus dikirim lintas negara.
Dengan sistem verifikasi digital berbasis e-KTP dan biometrik wajah, risiko pemalsuan dokumen juga bisa ditekan. Langkah ini sekaligus menjawab arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempercepat digitalisasi perbankan nasional tanpa mengorbankan aspek keamanan.
Dampak Langsung: Kirim Uang ke Keluarga Makin Murah
Kemudahan membuka rekening dari luar negeri berdampak langsung pada biaya remitansi. Sebelumnya, pekerja migran kerap menggunakan jasa pengiriman uang informal dengan biaya tinggi. Dengan memiliki rekening BRI yang aktif, mereka bisa langsung memanfaatkan fitur transfer BRImo ke rekening sesama BRI tanpa biaya administrasi, atau ke bank lain dengan tarif yang lebih kompetitif.
BRI mencatat, volume transaksi BRImo terus melonjak setiap tahun. Pada akhir 2024, super app ini telah digunakan oleh lebih dari 32 juta pengguna aktif. Dengan tambahan akses dari 15 negara, jumlah tersebut diproyeksikan bertambah signifikan seiring meningkatnya minat diaspora untuk mengadopsi perbankan digital Indonesia.
Langkah ini juga memperkuat posisi BRI sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia. Ketika para pekerja migran pulang kampung, mereka tak perlu mengganti bank karena layanan BRI sudah tersedia hingga ke pelosok desa lewat unit-unit mikro dan agen BRILink.