Pencarian

Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif Tetap Jadi Haluan, Indonesia Tak Ingin Bergabung Pakta Militer

Rabu, 10 Juni 2026 • 20:24:31 WIB
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif Tetap Jadi Haluan, Indonesia Tak Ingin Bergabung Pakta Militer
Presiden Prabowo menegaskan politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif tanpa bergabung pakta militer.

MALUKU UTARA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif di hadapan para pengusaha muda. Ia menyatakan bahwa negara ini tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun dan akan terus menjalin persahabatan dengan semua kekuatan besar dunia.

Warisan Pendiri Bangsa yang Tak Tergoyahkan

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (19/3). Ia mengaku beruntung menerima warisan kebijakan luar negeri dari para pendiri bangsa yang telah dirumuskan puluhan tahun lalu.

"Saya beruntung. Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-align. Politik non-blok," ujar Prabowo dalam sambutannya yang diikuti secara daring dari Jakarta.

Menjaga Hubungan Baik dengan Semua Kekuatan

Presiden menekankan bahwa situasi global saat ini, khususnya konflik di Timur Tengah, justru memperkuat urgensi implementasi prinsip tersebut. Ia menyebut Indonesia kini menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat, Rusia, China, dan berbagai pihak lain secara simultan.

"Indonesia sekarang disukai. Indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh," jelas Prabowo.

Menurutnya, pendekatan ini merupakan bentuk nyata dari politik bertetangga yang baik. Ia merespons sorotan terhadap jadwal kunjungan luar negerinya yang padat dengan menegaskan bahwa setiap perjalanan didasari undangan negara sahabat dan semata-mata untuk menjaga kepentingan nasional.

Keanggotaan di Forum Multilateral Jadi Bukti Konsistensi

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti partisipasi Indonesia di berbagai kelompok kerja sama internasional. Bergabungnya Indonesia ke dalam APEC, OKI, G20, dan BRICS dinilai sebagai langkah strategis untuk membela kepentingan rakyat.

"Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik," tutur Presiden.

Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan sejumlah pihak yang mempertanyakan arah politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan baru. Prabowo memastikan tidak ada perubahan haluan meskipun dirinya melakukan pendekatan pragmatis dengan berbagai negara.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks