MALUKU UTARA — Washington, pekan lalu, membatasi akses pengguna asing terhadap dua model AI terbaru milik Anthropic—Mythos dan Fable—dengan alasan keamanan nasional. Langkah sepihak itu langsung memicu reaksi dari Ottawa.
“Situasi yang kita hadapi bersama saat ini dengan Mythos dan Fable adalah sesuatu yang dapat terjadi akibat ketergantungan berlebihan pada model tertentu,” kata Carney dalam pernyataan yang dikutip Senin (15/6).
Kerentanan Sistemik yang Mirip Krisis 2008
Carney secara eksplisit membandingkan dinamika industri AI saat ini dengan sektor keuangan sebelum ambruk pada 2008. Menurutnya, banyak negara dan perusahaan kini bergantung pada model-model buatan segelintir pemain besar—Big Tech—tanpa memiliki cadangan alternatif.
“Kita memiliki hal serupa dalam hal risiko model,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tidak ada pihak yang melakukan kesalahan dalam kasus ini. Namun, negara dan perusahaan akan keliru bila hanya menerima keadaan tanpa mengambil pelajaran.
Big Tech yang dimaksud Carney merujuk pada perusahaan teknologi raksasa yang menguasai infrastruktur komputasi, platform internet, dan pengembangan AI. Model AI sendiri adalah sistem yang dilatih untuk menjalankan tugas spesifik—menjawab pertanyaan, menulis teks, atau menganalisis data.
Diversifikasi Jadi Kunci, G7 Tak Bisa Langsung Selesaikan
Bagi Kanada, isu ini bukan sekadar soal keamanan teknologi. Carney menyebutnya sebagai bagian dari agenda yang lebih luas: mengurangi ketergantungan pada AS dalam perdagangan dan infrastruktur digital.
“Negara dan perusahaan perlu membangun cadangan dan keragaman dalam pengembangan AI,” kata Carney. Diversifikasi, dalam konteks ini, berarti tidak bergantung pada satu sumber, satu model, atau satu penyedia teknologi. Carney mendorong penggunaan beberapa model, pengembangan kemampuan sendiri, atau adopsi alternatif yang lebih terbuka.
Carney mengaku telah membahas isu ini dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. AI diperkirakan menjadi salah satu topik utama KTT G7 di Prancis. Sejumlah eksekutif AI, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman, dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut.
“Kita perlu membuat kemajuan,” kata Carney. Namun, ia mengingatkan bahwa G7 tidak akan langsung menghasilkan solusi tuntas.
Agenda G7: Dari AI hingga Rantai Pasok Mineral Penting
Pertemuan para pemimpin AS, Prancis, Jerman, Inggris, Kanada, Italia, Jepang, dan Uni Eropa itu juga akan membahas hubungan perdagangan, rantai pasok mineral penting, dan perang Ukraina. Rantai pasok mineral penting mencakup bahan baku strategis untuk baterai, cip, kendaraan listrik, dan perangkat energi bersih.
Carney menegaskan bahwa pejabat Kanada dan AS masih memiliki arus komunikasi yang baik soal kecerdasan buatan. Washington, kata dia, telah menyampaikan kekhawatiran terkait risiko pada model terbaru Anthropic. Namun, peringatan Carney tetap jelas: ketergantungan pada satu model atau satu negara adalah risiko yang tidak boleh diabaikan.