MALUKU UTARA — KAI tak hanya berhenti pada bisnis perkeretaapian. Pekan ini, perusahaan BUMN itu bersiap menancapkan proyek properti berskala besar di tengah kota. Delapan menara hunian akan berdiri di atas tanah seluas 2,2 hektare di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dan seluruh unitnya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau lokasi persiapan pembangunan pada Selasa (18/8/2026). "Groundbreaking tanggal 21 besok, insya Allah. Hari Jumat, jam 9," ujarnya di Manggarai.
Lahan Matang, Blok G Tuntas 100 Persen
Bobby menegaskan proyek ini masuk tahap konstruksi nyata, bukan seremoni belaka. Pematangan lahan dan proses clearing telah diselesaikan di seluruh area proyek. Untuk tahap awal, pekerjaan difokuskan pada dua blok utama.
"Kalau teman-teman lihat, ini sudah lahannya kita matangkan. Sudah kita clearing. Kemudian Blok G sudah 100%. Blok F sedang kita kerjakan. Mudah-mudahan bulan depan, September, juga akan selesai," kata Bobby.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menekankan pentingnya kesiapan teknis proyek. "Yang paling penting, groundbreaking ini siap langsung dibangun," tegasnya.
Unit Mulai 28 Meter Persegi, Sasar Pekerja dan Keluarga Muda
Bobby merinci, delapan tower rusun tersebut akan menyediakan variasi tipe hunian untuk memenuhi kebutuhan MBR yang beragam. Ukuran unit yang ditawarkan mulai dari yang paling kecil hingga yang lebih lega.
"Delapan tower semuanya MBR. Semuanya itu adalah MBR, dengan beberapa ukuran lah. Mulai dari 28, 36, 45, kemudian ada nanti beberapa yang 52 juga," ungkap Bobby.
Kehadiran rusun di lokasi strategis dekat stasiun ini diharapkan memangkas biaya transportasi harian penghuninya. Selain itu, proyek ini juga menjadi model pemanfaatan aset lahan KAI yang selama ini idle menjadi nilai tambah ekonomi.
Revitalisasi 120 Stasiun Cagar Budaya Jadi Prioritas
Di luar proyek rusun, KAI tengah menggarap program besar lain, yakni revitalisasi aset bersejarah. Perusahaan mengelola lebih dari 600 bangunan cagar budaya di seluruh Indonesia, dan 120 di antaranya masuk daftar prioritas perbaikan pada tahun ini.
Hal tersebut dilaporkan Bobby langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara Peresmian Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang pada Kamis (30/7/2026). "Perlu kami laporkan juga, Pak, kami di PT Kereta Api mengelola lebih dari 600 bangunan cagar budaya, di mana 120 di antaranya sekarang masuk dalam program revitalisasi untuk beautification," kata Bobby.
Untuk kawasan Jabodetabek, tiga stasiun besar menjadi prioritas pemugaran tahun ini: Stasiun Tanjung Priuk, Stasiun Jakarta Kota, dan Stasiun Bogor. Proses revitalisasi disebut akan mengembalikan fasad bangunan sesuai dengan tampilan awal sejarahnya.
"Termasuk di Jakarta itu Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priuk, dan Stasiun Bogor, Pak. Dalam tahun ini akan kita revitalisasi untuk mengembalikan kembali ke fasad sejarahnya," beber Bobby.
Dua agenda besar ini menegaskan posisi KAI yang tak lagi sekadar operator transportasi, tetapi juga pengelola aset strategis yang berdampak langsung pada wajah perkotaan dan kesejahteraan masyarakat.