Pencarian

Mahasiswa UGM Asal Halmahera Utara Komaruddin Kasman Paparkan Sejarah Tobelo-Galela di Konferensi Internasional Filipina

Kamis, 27 Agustus 2026 • 13:44:01 WIB
Mahasiswa UGM Asal Halmahera Utara Komaruddin Kasman Paparkan Sejarah Tobelo-Galela di Konferensi Internasional Filipina
Komaruddin Kasman memaparkan sejarah Tobelo-Galela dalam Konferensi Nasional Sejarah dan Warisan Lokal di Filipina.

YOGYAKARTA — Mahasiswa muda asal Maluku Utara kembali menorehkan prestasi di kancah akademik global. Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim, atau akrab disapa Komar, mendapat undangan resmi dari National Historical Commission of the Philippines (NHCP) untuk mengikuti National Conference on Local History and Heritage.

Dalam forum tersebut, mahasiswa berusia 19 tahun itu menyampaikan karya ilmiah berjudul "Balangingi & Tobelo-Galela: Dutch Newspaper Reports on Piracy and Slavery in Indonesian and Philippine Waters in the 19th Century". Presentasi digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Menelusuri Jaringan Maritim Lintas Batas Abad ke-19

Kajian Komar berfokus pada keterhubungan sejarah maritim antara Indonesia dan Filipina, khususnya masyarakat Tobelo-Galela di pesisir utara Pulau Halmahera. Penelitian ini memanfaatkan pemberitaan surat kabar berbahasa Belanda dari abad ke-19 sebagai sumber utama.

Dalam sumber-sumber kolonial tersebut, ia menelaah pemberitaan tentang aktivitas perompakan, penyerangan, penangkapan manusia, hingga perdagangan budak di perairan Indonesia bagian timur dan Filipina selatan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kawasan itu bukanlah ruang terpisah oleh batas-batas kolonial.

Komar menegaskan, komunitas maritim kala itu bergerak dalam jaringan laut yang saling terhubung, mencakup Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Kepulauan Maluku, hingga kawasan Filipina. Tobelo dan Galela disebut sebagai dua komunitas yang berinteraksi aktif dengan jaringan yang lebih luas.

Membaca Kritis Narasi Kolonial

Pemaparan Komar tidak berhenti pada pembacaan tekstual sumber Belanda. Ia mengajak peserta konferensi untuk melihat bagaimana narasi kolonial membentuk citra masyarakat maritim di mata dunia.

Dalam kesimpulannya, pemberitaan surat kabar Belanda mengenai aktivitas Tobelo-Galela turut dibingkai untuk memperkuat posisi politik pemerintahan kolonial dalam memberantas perompakan dan perdagangan budak. Karena itu, sumber-sumber tersebut perlu dibaca secara kritis dan tidak dijadikan satu-satunya perspektif sejarah.

Kedekatan Emosional dengan Sejarah Leluhur

Bagi Komar, penelitian ini memiliki kedekatan emosional sekaligus intelektual. Latar keluarganya yang memiliki keterikatan dengan Galela mendorongnya menggali kembali sejarah leluhur melalui tradisi lisan dan pengetahuan lokal. Metode itu kemudian dipadukan dengan pendekatan penelitian sejarah yang dipelajarinya di bangku kuliah.

Ia bahkan membuka peluang untuk mengembangkan kajian tersebut lebih jauh dalam penelitian akademiknya di masa mendatang. Kehadirannya di forum sejarah Filipina sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan budaya lokal memiliki nilai penting ketika dikaji dengan pendekatan ilmiah.

Konsisten Mendokumentasikan Sejarah Maluku Utara

Kecintaan Komar terhadap sejarah lokal juga diwujudkan melalui karya buku. Pada 2026, ia menerbitkan buku berjudul "Perlawanan Rakyat Galela Tahun 1946–1949". Karya tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mendokumentasikan sejarah masyarakat Maluku Utara sekaligus menghadirkan kisah lokal agar lebih dikenal generasi muda.

Di usianya yang masih 19 tahun, kiprah Komar menjadi gambaran bahwa generasi muda Maluku Utara mampu mengambil bagian dalam percakapan akademik di tingkat internasional. Ia tidak hanya membawa nama almamater, tetapi juga memperkenalkan sejarah Tobelo-Galela kepada khalayak yang lebih luas.

Saat ini, Komar juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) FIB UGM 2026. Dari Halmahera hingga forum internasional, ia membawa satu pesan bahwa sejarah daerah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan identitas yang perlu dirawat, diteliti, dan diperkenalkan kepada dunia.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks