MALUKU UTARA — General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, bersama jajaran senior manager melakukan peninjauan langsung ke titik-titik strategis pada Kamis (28/5). Lokasi yang dipantau meliputi Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya Sumatera Utara 1, dan Stadion Mini Pancing. Selain area stadion, tim juga memeriksa Gardu Hubung Sport Center dan Gardu Hubung Pancing yang menjadi tulang punggung distribusi listrik ke venue.
Pemeriksaan mencakup kesiapan suplai utama dan cadangan, sistem proteksi, peralatan pendukung, hingga pola koordinasi petugas di lapangan. "Ajang internasional ini menjadi momentum penting bagi Sumatera Utara. Kehadiran para atlet, ofisial, dan masyarakat dari berbagai negara harus didukung oleh layanan kelistrikan yang andal," ujar Mundhakir dalam keterangan resmi.
Skema Multi-Layer dan Armade Siaga 24 Jam
PLN menerapkan mekanisme pertahanan berlapis di lokasi prioritas. Konfigurasi jaringan ganda dari penyulang PLN saling mem-back up secara langsung. Untuk perangkat penyiaran internasional dan pencahayaan stadion, PLN menyediakan Uninterruptible Power Supply (UPS) dan genset yang menjamin pasokan tanpa kedip (seamless).
Sistem Automatic Change Over Switch (ACOS) digunakan untuk pengalihan daya instan, diperkuat pemantauan real-time melalui Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dari Distribution Control Center (DCC).
PLN menyiagakan 11 posko siaga dengan 250 personel teknis yang bersiaga penuh 24 jam. Armada lapangan meliputi 12 unit genset, 9 unit UPS, 7 Unit Gardu Bergerak (UGB), 3 truk crane, 12 kendaraan roda empat, dan 10 sepeda motor operasional untuk penetrasi kemacetan.
Jangkauan Pengamanan hingga Bandara dan RS
Pengamanan tidak hanya terbatas di arena pertandingan. PLN memperluas jangkauan ke lokasi vital penunjang seperti lapangan latihan resmi, Bandara Internasional Kualanamu, rumah sakit rujukan atlet, hingga fasilitas transportasi publik lainnya.
"Kami ingin memastikan listrik hadir secara andal pada setiap momen penting. PLN siap memberikan dukungan terbaik agar Sumatera Utara menjadi tuan rumah yang baik dan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar," pungkas Mundhakir.
Pertandingan pembuka akan mempertemukan Vietnam melawan Timor-Leste serta laga Indonesia melawan Myanmar di Stadion Utama Sumatera Utara pada Senin, 1 Juni 2026. Total tiga stadion akan digunakan selama turnamen: Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Madya 1.