MALUKU UTARA — Yuli Muhawati tak pernah menyangka permintaan sederhana dari saudaranya di Amsterdam pada 2017 akan membawanya ke pasar global. Saat itu, sang saudara meminta dibuatkan tas mukena. Yuli yang belum memiliki produksi sendiri, awalnya hanya membeli tas jadi untuk dijual kembali.
“Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri,” ujar Yuli dalam keterangan resmi BRI, Sabtu, 13 Juni 2026.
Setelah menemukan penjahit yang cocok, Yuli mulai memproduksi tas dari serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang. Kini produknya bukan hanya tas, melainkan juga dompet koin dan dompet kosmetik yang memadukan anyaman serat alam dengan kain batik dan lurik.
BRI Buka Akses Pasar Lewat LinkUMKM
Perkembangan usaha Mlatiwangi kian pesat setelah Yuli bergabung dengan LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Lewat program itu, ia mendapat pendampingan dan fasilitas yang membuka peluang baru. Salah satunya, produk Mlatiwangi bisa masuk ke toko oleh-oleh Bandeng Juwana di Semarang.
“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah,” kata Corporate Secretary BRI, Dhanny.
Saat ini, produk Mlatiwangi dipasarkan lewat galeri sendiri, reseller di Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, hingga pameran seperti BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024. Pasar ekspornya pun meluas ke Brunei Darussalam pada 2020, selain Amsterdam yang menjadi titik awal.
Digitalisasi dan Target Naik Kelas
Untuk menunjang operasional, Mlatiwangi memanfaatkan layanan keuangan digital BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan. Langkah ini memudahkan transaksi sekaligus memperluas jangkauan pelanggan.
Hingga April 2026, BRI mencatat sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM. Program ini memiliki enam fitur utama: UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register NIB.
Menurut Dhanny, kemampuan menjaga kualitas produk dan memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. “BRI akan terus menghadirkan program yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memperluas peluang pengembangan usaha,” pungkasnya.