Pencarian

Siap-Siap IPO di Hong Kong, EMAS Gelontorkan Rp 2,87 Triliun untuk Bangun Fasilitas Tambang Emas Pani

Senin, 15 Juni 2026 • 17:19:01 WIB
Siap-Siap IPO di Hong Kong, EMAS Gelontorkan Rp 2,87 Triliun untuk Bangun Fasilitas Tambang Emas Pani
Manajemen EMAS melalui PIN menandatangani kontrak pembangunan fasilitas tailing Hulawa senilai Rp 2,86 triliun.

MALUKU UTARA — Manajemen EMAS, melalui anak usahanya PT Pani Industri Nusantara (PIN), telah menandatangani kontrak dengan Sinohydro-PII-NEM Consortium. Nilai proyek pembangunan fasilitas penyimpanan tailing Hulawa ini mencapai Rp 2,86 triliun, atau setara dengan 44,89 persen dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025. Perjanjian ini diumumkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (15/6).

Bukan Cuma Tailing, Anak Usaha Lain Juga Borong Alat Berat

Selain proyek infrastruktur raksasa itu, EMAS juga merapikan lini bisnis anak usahanya yang lain. PT Merdeka Mining Indonesia (MMI), yang 99,99 persen sahamnya dikuasai EMAS, baru saja membeli alat berat bekas pakai dari dua perusahaan afiliasi. Transaksi ini dilakukan dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) senilai Rp 44,48 miliar dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR) senilai Rp 99,26 miliar.

Pembelian alat berat dari afiliasi, yang sama-sama berada di bawah naungan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dinilai lebih efisien. “Transaksi ini memastikan aset yang sebelumnya tidak terpakai bisa dimanfaatkan kembali untuk mendukung operasional proyek Tambang Emas Pani sesuai jadwal,” tulis manajemen EMAS dalam keterangan resminya.

Target Dana Segar Rp 8,9 Triliun dari IPO Hong Kong

Seluruh aksi korporasi ini bermuara pada satu tujuan besar: IPO di Bursa Hong Kong. EMAS dikabarkan telah menunjuk sejumlah bank investasi kenamaan, termasuk UBS AG Hong Kong Branch, CLSA Limited, dan Morgan Stanley Asia Limited, sebagai penjamin pelaksana. Terbaru, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) juga ditunjuk sebagai overall coordinator tambahan.

Berdasarkan laporan Bloomberg, EMAS menargetkan dana segar hingga US$ 500 juta atau setara Rp 8,94 triliun dari IPO kali ini. Rencananya, pencatatan saham di bursa saham Hong Kong itu akan dilakukan pada bulan ini juga.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut langkah ini sebagai strategi lanjutan setelah perseroan berhasil IPO di Bursa Efek Indonesia pada September 2025 lalu. “Kami tetap fokus untuk meningkatkan operasi secara aman dan memberikan nilai jangka panjang, sekaligus memperluas akses terhadap pasar modal internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3).

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks