MALUKU UTARA — PT BYD Motor Indonesia membawa roadshow Tech Culture Fest 2026 ke Gajahmada Plaza, Simpang Lima, Semarang, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Medan. Acara yang berlangsung sejak 19 Juni ini tidak sekadar pameran kendaraan, melainkan juga ajang pembuktian pasar kendaraan energi baru (NEV) di Jawa Tengah yang ternyata sudah sangat matang.
Pangsa Pasar 40 Persen: Jawa Tengah Bukan Pasar Kelas Dua untuk EV
Data internal BYD menunjukkan lebih dari 1.600 unit kendaraan mereka telah beroperasi di Jawa Tengah. Angka ini setara dengan hampir 40 persen total pasar EV di provinsi tersebut—sebuah penetrasi yang sulit ditandingi kompetitor di segmen yang sama.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah strategis dengan perkembangan adopsi NEV yang signifikan. "Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan langsung teknologi unggulan BYD, baik EV maupun DM," ujarnya dalam sambutan pembukaan festival.
Monster Track dan Wayang Orang: Perpaduan Teknologi dan Budaya Lokal
Berbeda dari pameran otomotif konvensional, BYD TCF Semarang mengusung konsep unik dengan pertunjukan Wayang Orang, alunan Bonang, dan pemukulan Gong Tradisional sebagai simbol pembukaan. Pengunjung diajak masuk ke Technology Zone untuk membedah langsung teknologi Blade Battery dan e-Platform generasi terbaru.
Atraksi paling ramai justru berada di Monster Track, lintasan ekstrem yang menguji SUV premium DENZA B5. Pengunjung antre untuk merasakan sensasi tanjakan curam, jalur bergelombang, dan jungkat-jungkit—pengalaman yang tidak bisa ditemukan di pameran biasa. Selain itu, area test drive menyediakan enam model, mulai dari BYD Dolphin hingga BYD Sealion 7.
Media Challenge M6 DM: Biaya Rp188 per Kilometer, Bensin Kurang dari 1 Liter
Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah BYD M6 DM Media Challenge. Para jurnalis diajak menempuh rute Semarang-Salatiga-kaki Gunung Merbabu dan kembali ke Semarang, total sekitar 150 kilometer. Hasilnya mencengangkan: biaya penggunaan terendah tercatat Rp188 per kilometer, dengan konsumsi bahan bakar kurang dari satu liter sepanjang perjalanan.
Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa hasil ini membuktikan teknologi Dual Mode mampu memberikan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan fleksibilitas. "Teknologi DM menggabungkan efisiensi listrik dan mesin konvensional untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari," jelasnya.
Festival Ramah Keluarga dengan Kuliner dan Kids Area
BYD juga menyulap area Gajahmada Plaza menjadi destinasi keluarga. Selain test drive dan zona teknologi, tersedia bazar kuliner khas Semarang, kids area, dan berbagai permainan interaktif. Strategi ini tampaknya dirancang untuk memperluas basis konsumen dari sekadar penggemar teknologi menjadi pengguna sehari-hari.
Dengan dominasi pasar yang sudah mencapai 40 persen dan bukti efisiensi operasional yang konkret, BYD sepertinya tidak hanya menjual mobil listrik di Jawa Tengah—mereka menjual gaya hidup baru yang lebih hemat dan ramah lingkungan.